
BUNGO, JAMBI – Jurnalisbuana.com,Praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan metode “Lobang Tikus” di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, dilaporkan semakin masif dan tak terkendali. Mesin-mesin tambang terus menderu siang dan malam, merobek perut bumi dan mencemari aliran sungai, sementara aparat penegak hukum dituding menutup mata.
Kehancuran Lingkungan di Depan Mata
Berdasarkan pantauan Media ini dan laporan warga setempat, aktivitas ilegal ini tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Lubang-lubang galian sedalam belasan hingga puluhan meter yang dikenal sebagai lobang tikus menjamur di kawasan hutan dan perkebunan warga.
Dampak yang paling dirasakan adalah:
Pencemaran Air: Aliran sungai yang dulunya jernih kini berubah menjadi cokelat pekat dan berlumpur akibat limbah merkuri dan sisa galian.
Ancaman Longsor: Struktur tanah yang kian rapuh akibat penggalian bawah tanah yang tidak beraturan mengancam keselamatan warga dan ekosistem sekitar.
Kerusakan Hutan: Ribuan hektar lahan produktif kini berubah menjadi hamparan lubang yang ditinggalkan begitu saja setelah emasnya habis.
Aparat Terkesan “Cuek” dan Melindungi?
Ketegangan di tengah masyarakat kian memuncak karena hingga saat ini hampir tidak ada tindakan tegas dari kepolisian setempat. Meski lokasi tambang bukan lagi rahasia umum, operasi penertiban jarang sekali menyentuh aktor intelektual atau pemodal di balik aktivitas ini.
“Kami merasa sendirian. Polisi seolah tidak peduli dengan kehancuran di kampung kami. Ada kesan pembiaran, atau mungkin mereka enggan bertindak karena ada kepentingan besar di sana,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Urgensi Penegakan Hukum
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa adanya intervensi dari Polda Jambi maupun Mabes Polri, Limbur Lubuk Mengkuang terancam mengalami bencana ekologis permanen. Masyarakat mendesak agar Kapolres Bungo segera mengambil langkah nyata, bukan sekadar imbauan, melainkan tindakan hukum tegas terhadap para pelaku dan menyita alat-alat tambang.(EK)






