BUNGO – Jurnalisbuana.com
Apes nasib orang tua pasien inisial H yang mengobatkan anaknya di RS Jabal Rahmah Bungo setelah mobil miliknya digondol seseorang tak dikenal di lokasi parkir Rumah Sakit.
Kronologis peristiwa menurut H saat dirinya di Ruangan Rumah Sakit pada 28/10/2025, mendengar pengumuman informasi dari pengeras suara pihak RS yang menginformasikan jika mobil dengan nopol XXXX harap di geser karena ada mobil sampah mau masuk pada pukul 11.00.
Saat dirinya turun kelokasi parkir langsung ada yang meminta kunci kontak mobil sambil berkata,”sini bang biar mobilnya aku geser”.
Tanpa curiga karena menganggap yang bersangkutan adalah pegawai RS, Si H menyerahkan kunci tersebut ke pria tak dikenal tadi, setelah itu ternyata mobil dilarikan keluar areal RS Jabal Rahmah.
Setelah itu si H di datangi 4 orang yang mengaku pihak leasing dan kemudian menekan si H agar membayar 8 juta untuk pembayaran tunggakan jika ingin mobil dikembalikan.
Dalam penelusuran tempat kejadian di Parkiran RS Jabal Rahmah pada Sabtu,1/11/2025, didapati keterangan dari pihak sekurity bahwa mereka tidak tahu siapa yang memberikan perintah geser mobil milik keluarga pasien yang terparkir di RS melalui siaran ruang informasi RS.

“Kami juga tidak tahu perintah informasi dari siapa, seharusnya dari kami dahulu,baru disiarkan di tempat informasi RS untuk di siarkan, tapi infonya itu perintah dari pihak Manajemen bernama Syarif, kalo sudan berasal dari Manajemen ya berarti bukan tanggungjawab kami lagi”, ujar satpam di pos depan RS.
Namun dari keterangan Syarif didapati keterangan jika dirinya tidak memerintahkan geser mobil kendaraan parkir milik pasien yang menghalangi jalan masuk untuk mobil pengambi sampah,
“Dari manifest RS, ada mobil sampah masuk pada 28/10/2025 saat kejadian, interval waktu pukul 14.50- 16.38, itupun bukan permintaan saya, kalo saya adainta geser mobil karena menghalangi sampah pada tgl 29/10/2025”, ujar Syarif.

Saat kejar pertanyaan siapa Pemberi informasi ke ruangan informasi RS sementara pihak satpam yang berjaga juga tidak tahu, Syarif menanyakan ke ruang info RS.
Dari situlah tersebut nama Junaidi, Danru (Komandan Regu) satpam RS Jabal Rahmah yang memberikan info ke ruang informasi RS, yang berdasar informasi sesama rekan satpam Junaidi dulu pernah bekerja di sebuah lembaga finance Adira.
Saat ditanya keberadaan Junaidi untuk sekaligus di konfronrir untuk di mintai keterangan, didapati jawaban jika yang bersangkutan sedang mengambil cuti.
Atas temuan ini, terlintas indikasi kuat jika ada keterlibatan pihak RS Jabal Rahmah bagian satpam yang seharusnya menjaga keamanan barang milik pasien dan kenyamanan keluarga pasien malah melakukan kerjasama ilegal dengan debt collector untuk mengambil mobil terparkir dengan cara ilegal.
Kakak keluarga pasien meminta Pihak Manajemen RS Jabal Rahmah mengevaluasi dan memberi sanksi keras terhadap pegawainya yang nakal dan tidak menjaga Marwah RS.
Media juga mendorong kepada Dinkes Bungo, Dinaskertrans dan APH setempat melakukan investigasi terhadap RS Jabal Rahmah yang menjadi tempat perampasan mobil milik pasien yang diduga bekerjasama dengan pegawai RS, agar keamanan tempat publik yang berorientasi pada kegiatan kemanusiaan seperti RS menjadi tempat yang Amin bagi warga yang berupaya mencari kesembuhan, bukan malah semakin menderita dengan hal hal tak diinginkan.*(soer).






