Surganya Mafia, Neraka Ekologi: Aktifitas PETI’Lobang Tikus’di Limbur Lubuk Mengkuang Kian Meraja Lela

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUNGO, JAMBI – Jurnalisbuana.com,Praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan metode “Lobang Tikus” di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, dilaporkan semakin masif dan tak terkendali. Mesin-mesin tambang terus menderu siang dan malam, merobek perut bumi dan mencemari aliran sungai, sementara aparat penegak hukum dituding menutup mata.
Kehancuran Lingkungan di Depan Mata
Berdasarkan pantauan Media ini  dan laporan warga setempat, aktivitas ilegal ini tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Lubang-lubang galian sedalam belasan hingga puluhan meter yang dikenal sebagai lobang tikus menjamur di kawasan hutan dan perkebunan warga.
Dampak yang paling dirasakan adalah:
Pencemaran Air: Aliran sungai yang dulunya jernih kini berubah menjadi cokelat pekat dan berlumpur akibat limbah merkuri dan sisa galian.
Ancaman Longsor: Struktur tanah yang kian rapuh akibat penggalian bawah tanah yang tidak beraturan mengancam keselamatan warga dan ekosistem sekitar.
Kerusakan Hutan: Ribuan hektar lahan produktif kini berubah menjadi hamparan lubang yang ditinggalkan begitu saja setelah emasnya habis.
Aparat Terkesan “Cuek” dan Melindungi?
Ketegangan di tengah masyarakat kian memuncak karena hingga saat ini hampir tidak ada tindakan tegas dari kepolisian setempat. Meski lokasi tambang bukan lagi rahasia umum, operasi penertiban jarang sekali menyentuh aktor intelektual atau pemodal di balik aktivitas ini.
“Kami merasa sendirian. Polisi seolah tidak peduli dengan kehancuran di kampung kami. Ada kesan pembiaran, atau mungkin mereka enggan bertindak karena ada kepentingan besar di sana,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Urgensi Penegakan Hukum
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa adanya intervensi dari Polda Jambi maupun Mabes Polri, Limbur Lubuk Mengkuang terancam mengalami bencana ekologis permanen. Masyarakat mendesak agar Kapolres Bungo segera mengambil langkah nyata, bukan sekadar imbauan, melainkan tindakan hukum tegas terhadap para pelaku dan menyita alat-alat tambang.(EK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lapor Pak Kapolres Bungo, Aktifitas PETI Ancam Pertumbuhan Padi Para Petani Di Desa Lubuk Landai
Damkar Pos Tebo Ulu Sosialisasi Dan Simulasi Alat Pemadam Kebakaran Di Kelurahan Pulau Temiang
H. Ngatiran, Anggota DPRD Tebo Golkar Sambut Konjen Jepang Mr. Farugori Toru Di Peresmian Gedung MTs Yayasan Baitul Ilmi
Klarifikasi Kepala Sekolah SMKN 1 Tebo, Terkait Aksi Demo di Kejaksaan Negeri Tebo,
Parah..!!, Dirut RSUD STS Tebo Soal Biaya Pemeriksaan Kesehatan CJH, Pungut Dulu, Ketahuan Lebih Baru Dikembalikan
Tebo Emas 2024-2029.Membangun Masa Depan Yang Cerdas, Sehat,dan Sejahtera.
Pembangunan RKB SDN 230/VIII Balai Rajo, Rangka Baja Ringan Untuk Atap Tidak SNI, LCKI : “Bahaya..”.
Terkait Pemalsuan AJB, Notaris/PPAT Anggap Sebagai Fitnah Dan Ancam Media Yang Memberitakan Kinerjanya Sebagai Pejabat Publik

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:10 WIB

Lapor Pak Kapolres Bungo, Aktifitas PETI Ancam Pertumbuhan Padi Para Petani Di Desa Lubuk Landai

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:26 WIB

Surganya Mafia, Neraka Ekologi: Aktifitas PETI’Lobang Tikus’di Limbur Lubuk Mengkuang Kian Meraja Lela

Kamis, 18 Desember 2025 - 03:55 WIB

Damkar Pos Tebo Ulu Sosialisasi Dan Simulasi Alat Pemadam Kebakaran Di Kelurahan Pulau Temiang

Kamis, 18 Desember 2025 - 02:01 WIB

H. Ngatiran, Anggota DPRD Tebo Golkar Sambut Konjen Jepang Mr. Farugori Toru Di Peresmian Gedung MTs Yayasan Baitul Ilmi

Selasa, 2 Desember 2025 - 23:08 WIB

Klarifikasi Kepala Sekolah SMKN 1 Tebo, Terkait Aksi Demo di Kejaksaan Negeri Tebo,

Berita Terbaru