Camat VII Koto Ilir Antoni Faksi.S.IP “Alergi”Kritik: usir aktivis LCKI saat Pertemuan PNBP

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEBO, JAMBI – Jurnalisbuana.comAura arogansi menyelimuti Aula Kantor Camat VII Koto Ilir pada Rabu (11/02/2026). Seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi pengayom, Camat VII Koto Ilir Antoni Faksi SIP, justru menunjukkan sikap anti-kritik dengan mengusir Edi Kurniawan, Ketua Bidang Investigasi LCKI Jambi  saat rapat pembahasan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sektor PSDH (Provisi Sumber Daya Hutan).

Kejadian bermula ketika Edi Kurniawan melontarkan pertanyaan kritis namun santun kepada Kepala KPHP IX Tebo Barat terkait legalitas Koperasi Masyarakat Adat Tujuh Koto (KOMASKO). Koperasi tersebut diduga fiktif namun menguasai Hutan Kemasyarakatan (HKM) seluas 2.000 Ha.

Bukannya memberikan ruang diskusi, oknum Camat justru “naik pitam” dan menuding Edi sebagai provokator sebelum akhirnya mengusirnya keluar ruangan.

Sikap represif ini memicu tanda tanya besar: Apa yang sedang disembunyikan oleh pihak Kecamatan dan Koperasi tersebut?
Analisis Pelanggaran Hukum dan Pasal Terkait
Tindakan oknum Camat tersebut tidak hanya mencederai etika birokrasi, tetapi juga diduga kuat melanggar beberapa instrumen hukum berikut:

1. UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers
Sebagai pimpinan media, Edi Kurniawan dilindungi oleh undang-undang saat mencari informasi.

Pasal 18 Ayat (1): “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).”

Analisis: Mengusir jurnalis/LSM yang sedang melakukan peliputan atau bertanya secara kritis adalah bentuk penghalangan kerja jurnalistik/LSM

2. UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)
Rapat mengenai PNBP dan pengelolaan hutan negara adalah informasi publik.

Pasal 52: Badan Publik yang dengan sengaja melarang akses informasi publik yang seharusnya terbuka dapat dikenai sanksi pidana kurungan atau denda.
Analisis: Camat tidak berhak menutup-nutupi proses tanya jawab mengenai aset negara (hutan) dari masyarakat dan kontrol sosial.

3. UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
Pasal 34: Penyelenggara pelayanan publik (Camat) wajib berperilaku santun, ramah, dan tidak memberikan tekanan dalam memberikan pelayanan atau menjalankan fungsi jabatannya.

Analisis: Tindakan membentak dan mengusir peserta rapat yang hadir secara resmi adalah pelanggaran kode etik pelayanan publik yang berat.
4. KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)

5.Jika dalam tindakan pengusiran tersebut terdapat kontak fisik atau ancaman yang tidak menyenangkan:

Pasal 335 KUHP: Tentang perbuatan tidak menyenangkan atau paksaan dengan kekerasan/ancaman kekerasan.

Pejabat publik dibayar oleh pajak rakyat untuk melayani, bukan untuk menjadi raja kecil yang anti-kritik. Jika pertanyaan kritis dijawab dengan pengusiran, maka ada indikasi kuat bahwa tata kelola hutan di wilayah tersebut sedang tidak baik-baik saja.Tim Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Semarak Idul Adha,DPD PAN Tebo dan Keluarga Besar Suryadi,SE.Sembelih hewan Qurban Sapi dan Kerbau Untuk Berbagai di Desa Sungai Abang
Mobil Kijang Super Tercebur ke Sungai Batang Hari Saat akan Menaiki Tempek Penyeberangan di Kec.VII Koto Ilir
Bengkel di Rimbo Bujang Diduga Jadi Produsen Alat PETI, Aparat Diminta Jangan Tutup Mata
Gempur Peredaran Narkoba,Polsek VII Koto Kab Tebo Sukses Ringkus Pengedar Sabu di Desa Teluk Kayu Putih
Diduga Caplok Hutan Negara Aktivitas PT.SAK di Kab.Tebo Picu Amarah Publik dan Desakan Penidakan Tegas,APH
Apresiasi warga Desa Perintis Makmur, Respon Cepat Bupati Tebo Instruksikan Perbaikan Langsung Jalan 6 unit 1
Terobosan Baru Desa Balai Rajo,Di Bawah Komando Ardi Julian.SE Pembangunan Melaju Pesat dan Ekonomi Rakyat Menggeliat
Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak Tegas, Dugaan Peredaran Alat PETI dan Kordinator Lapangan (KORLAP) PETI di Rimbo Bujang Terbongkar

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:07 WIB

Semarak Idul Adha,DPD PAN Tebo dan Keluarga Besar Suryadi,SE.Sembelih hewan Qurban Sapi dan Kerbau Untuk Berbagai di Desa Sungai Abang

Senin, 18 Mei 2026 - 07:02 WIB

Mobil Kijang Super Tercebur ke Sungai Batang Hari Saat akan Menaiki Tempek Penyeberangan di Kec.VII Koto Ilir

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:02 WIB

Bengkel di Rimbo Bujang Diduga Jadi Produsen Alat PETI, Aparat Diminta Jangan Tutup Mata

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:38 WIB

Gempur Peredaran Narkoba,Polsek VII Koto Kab Tebo Sukses Ringkus Pengedar Sabu di Desa Teluk Kayu Putih

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:34 WIB

Diduga Caplok Hutan Negara Aktivitas PT.SAK di Kab.Tebo Picu Amarah Publik dan Desakan Penidakan Tegas,APH

Berita Terbaru