TEBO, JAMBI,- Jurnalisbuana.com,1 Juli 2026 – Sejumlah tokoh politik, organisasi masyarakat (ormas), lembaga investigasi, hingga komunitas jurnalis di Kabupaten Tebo menggelar acara “Temu Kangen” lintas elemen masyarakat pada Rabu (1/7).
Pertemuan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang diskusi kritis dalam menyikapi dinamika politik nasional serta berbagai persoalan lokal yang tengah bergulir di Kabupaten Tebo.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Tebo, Asrayid; Pengurus DPD Rampas 08 Kabupaten Tebo,
Suyanto; Ketua Investigasi LCKI Tebo, Edi Kurniawan; serta sesepuh wartawan senior Tebo, Amer Said dan Soceh.
Dalam penyampaiannya, Ketua DPC Hanura Kabupaten Tebo, Asrayid, menekankan pentingnya menjaga kondusifitas dan kerukunan di tengah masyarakat. Menurutnya, meskipun kontestasi politik seperti Pemilihan Presiden (Pilpres) masih terhitung jauh, persatuan sebagai anak bangsa harus tetap menjadi prioritas utama demi mewujudkan Indonesia yang aman dan damai.
”Terkait siapa pun dalam Pilpres nanti, kita dukung semua dengan mengacu pada prinsip demokrasi untuk mencari figur terbaik yang memprioritaskan kesejahteraan rakyat. Hal ini selaras dengan arahan Bapak Presiden, di mana kita wajib mendukung program Bapak Prabowo Subianto, salah satunya adalah swadaya pangan di Indonesia,” ujar Asrayid.
Rampas 08 Ingatkan Potensi Riak Sosial di Pasar Sarinah
Beralih ke isu lokal, Pengurus DPD Rampas 08 Kabupaten Tebo, Suyanto, menyoroti hiruk-pikuk yang terjadi di Pasar Sarinah Rimbo Bujang akhir-akhir ini. Isu tersebut berkaitan dengan pengelolaan parkir yang saat ini dikelola oleh pihak swasta (Yadi CS), namun dikabarkan akan diambil alih oleh pihak ketiga lainnya.
Suyanto mengingatkan pemerintah daerah agar berhati-hati dan bijak dalam mengambil keputusan.
”Apabila kebijakan ini tidak disikapi dengan kearifan dan pertimbangan yang matang, maka dikhawatirkan timbul riak-riak sosial yang dapat memicu kegaduhan di tengah masyarakat,” tuturnya mengingatkan.
LCKI jambi Ajak Masyarakat Berantas Narkoba hingga Akar-akarnya
Sorotan tajam juga datang dari Ketua Investigasi Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) provinsi jambi, Edi Kurniawan.
Ia menyatakan keprihatinannya atas maraknya peredaran narkoba yang menyasar generasi muda di Kabupaten Tebo. Edi menilai, masalah narkoba ini seolah tidak kunjung selesai meskipun Aparat Penegak Hukum (APH) dan pihak terkait sejauh ini sudah berupaya maksimal di lapangan.
”Kami mengajak seluruh generasi muda dan elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam. Mari kita bersama-sama ikut memberantas peredaran narkoba ini sampai ke akar-akarnya demi menyelamatkan masa depan daerah,” tegas Edi Kurniawan.
Dorong Optimalisasi Terminal Rimbo Bujang dan Profesionalisme Pers
Sementara itu, perwakilan dari komunitas wartawan Tebo, Soceh, menyoroti fungsi Terminal Baru Kelas C Rimbo Bujang. Menurut Soceh, sudah seyogianya terminal tersebut difungsikan sesuai peruntukannya berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku, baik untuk angkutan transportasi Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
”Kami sangat mendukung rencana Dinas Perhubungan (Dishub) dan Lingkungan Hidup (LH) yang akan memasukkan angkutan barang maupun penumpang ke dalam terminal. Dengan begitu, arus lalu lintas akan lancar dan tidak ada lagi aktivitas bongkar muat di jalan lingkar Pasar Sarinah Rimbo Bujang,” kata Soceh.
Menutup rangkaian diskusi, sesepuh wartawan Tebo, Amer Said, memberikan pesan mendalam mengenai profesionalisme profesi jurnalistik. Ia mengingatkan para pekerja media di Tebo untuk tetap memegang teguh muruah pers dalam mengawal isu-isu daerah.
”Seorang wartawan sejati harus menulis berita secara transparan, melakukan investigasi yang mendalam dengan mengacu pada formula 5W+1H, serta wajib menjaga keberimbangan (balance) informasi agar berita yang disajikan akurat, objektif, dan mengedukasi publik,” pungkas Amer Said(Tim) Redaksi.






