Akhirnya Berdamai Dengan PP Al Inayah & Satpam Di Pecat, Orang Tua Santri Ucapkan Terima Kasih Kepada Media Yang Bersikap Proporsional.

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEBO – Jurnalisbuana.com

Upaya mediasi antara pihak Orang Tua Santri , Serda Zulhusni, bersama putranya bernama inisial RAB, yang sempat alami Penganiayaan oleh Satpam Pondok PP Al Inayah ,akhirnya berujung mediasi secara kekeluargaan.

 

Sempat ada upaya peniadaan peristiwa penganiayaan/ pemutar balikan fakta melalui bantahan pihak Ponpes melaluiĀ  Media Center yang dipublikasikan beberapa media online lokal, Serda Zulhusni cepat ambil langkah agar permasalahan segera jelas.

 

” Media yang membuat bantahan dari Ponpes langsung saya hubungi dan saya beri teguran keras dan sudah meminta maaf, Saya juga berterima kasih kepada Media Jurnalisbuana.com yang sudah proporsional memberitakan peristiwa ini hingga akhirnya tercapai mediasi dan kesepakatan yang sudah tertuang dan ditandatangani kedua belah pihak”, beber Serda Zulhusni.

 

Mediasi dilakukan di Kantor PP Al Inayah pada Jumat, 5 Desember 2025, dengan perjanjian ditandatangani dari PP Al Inayah oleh Ahmad Nafi ( Wakil Pimpinan Ponpes), Ahmad Syauqi dan Faizul Hanif M, sementara dari pihak Santri adalah kedua orang tua Santri Zulhusni (ayah) dan Duwi Efriyanti (Ibu).

Surat Perdamaian Antara orang tua Santri dengan PP Al Inayah

Poin penting yang diajukan pihak orang tua Santri yaitu Pemecatan oknum Satpam dan Putranya (RAB) bisa melanjutkan pendidikan di Ponpes tanpa mengalami tindakan kekerasan serupa dikabulkan pihak PP Al Inayah , dan usai mediasi RAB kembali masuk ke pondok .

 

Serda Zulhusni berharap tercapai kebaikan bersama antara pihaknya dan pihak Ponpes, dan kedepan Ponpes dapat merekrut Satpam yang lebih dewasa yang memiliki kontrol diri dan emosi yang baik agar kekerasan serupa tidak terjadi lagi di lingkungan Ponpes.(soer)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Warga Tebo Ilir Menjerit: PETI Alat Berat di Sungai Bengkal Barat Diduga Kebal Hukum dan Di Bekengi Aparat
LCKI-JAMBI Desak APH Audit Koperasi Komasko:Diduga Fiktif dan Telantarkan Kewajiban Pajak di Lahan HKM Balai Rajo
Dampak Buruk PETI Di Desa Perintis Rimbo Bujang : Taman Wisata Rivera Park Kembali Terancam Rusak .
Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI)Jambi Soroti Pengalihan Sungai Oleh Oknum Warga Unit 12 Kec Rimbo Ulu, Tebo-Jambi
Miriis.. Pekerja Ponton Penyebrangan di Kec.VII.Koto Ilir Di Gaji di Bawah UMK dan Tanpa Jaminan Keselamatan
Aktifitas Pembakaran Emas Hasil Dompeng di Simpang Sungai Aro Merajalela, Warga Desak Kapolres Tebo Turun Tangan
Wajah Baru Desa Tabun Pemasangan Neon Box Ikonik Jadi Simbol Kemajuan Desa
Masyarakat Desa Kampung Jawa Desa Pemayongan Keluhkan Pungutan Pemasangan kWh Meter “Harganya Tak Masuk Akal”

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:50 WIB

LCKI-JAMBI Desak APH Audit Koperasi Komasko:Diduga Fiktif dan Telantarkan Kewajiban Pajak di Lahan HKM Balai Rajo

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:02 WIB

Dampak Buruk PETI Di Desa Perintis Rimbo Bujang : Taman Wisata Rivera Park Kembali Terancam Rusak .

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:42 WIB

Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI)Jambi Soroti Pengalihan Sungai Oleh Oknum Warga Unit 12 Kec Rimbo Ulu, Tebo-Jambi

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:49 WIB

Miriis.. Pekerja Ponton Penyebrangan di Kec.VII.Koto Ilir Di Gaji di Bawah UMK dan Tanpa Jaminan Keselamatan

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:19 WIB

Aktifitas Pembakaran Emas Hasil Dompeng di Simpang Sungai Aro Merajalela, Warga Desak Kapolres Tebo Turun Tangan

Berita Terbaru