TEBO – Jurnalisbuana.com
Upaya mediasi antara pihak Orang Tua Santri , Serda Zulhusni, bersama putranya bernama inisial RAB, yang sempat alami Penganiayaan oleh Satpam Pondok PP Al Inayah ,akhirnya berujung mediasi secara kekeluargaan.
Sempat ada upaya peniadaan peristiwa penganiayaan/ pemutar balikan fakta melalui bantahan pihak Ponpes melaluiĀ Media Center yang dipublikasikan beberapa media online lokal, Serda Zulhusni cepat ambil langkah agar permasalahan segera jelas.
” Media yang membuat bantahan dari Ponpes langsung saya hubungi dan saya beri teguran keras dan sudah meminta maaf, Saya juga berterima kasih kepada Media Jurnalisbuana.com yang sudah proporsional memberitakan peristiwa ini hingga akhirnya tercapai mediasi dan kesepakatan yang sudah tertuang dan ditandatangani kedua belah pihak”, beber Serda Zulhusni.
Mediasi dilakukan di Kantor PP Al Inayah pada Jumat, 5 Desember 2025, dengan perjanjian ditandatangani dari PP Al Inayah oleh Ahmad Nafi ( Wakil Pimpinan Ponpes), Ahmad Syauqi dan Faizul Hanif M, sementara dari pihak Santri adalah kedua orang tua Santri Zulhusni (ayah) dan Duwi Efriyanti (Ibu).

Poin penting yang diajukan pihak orang tua Santri yaitu Pemecatan oknum Satpam dan Putranya (RAB) bisa melanjutkan pendidikan di Ponpes tanpa mengalami tindakan kekerasan serupa dikabulkan pihak PP Al Inayah , dan usai mediasi RAB kembali masuk ke pondok .
Serda Zulhusni berharap tercapai kebaikan bersama antara pihaknya dan pihak Ponpes, dan kedepan Ponpes dapat merekrut Satpam yang lebih dewasa yang memiliki kontrol diri dan emosi yang baik agar kekerasan serupa tidak terjadi lagi di lingkungan Ponpes.(soer)






