TEBO – Jurnalisbuana.com
Peristiwa penganiayaan terhadap santri Al Inayah ,inisial RAB (Raki), warga Desa Tebing Tinggi Uleh Kecamatan Tanah Tumbuh yang duduk di kelas IX SMPĀ IT Darul Hasanah terus bergulir.
Orang tua Santri, ZH, yang merupakan anggota TNI Kodim 0310 Sijunjung, merasa geram sekaligus prihatin terhadap peristiwa pemukulan yang dialami putranya di Ponpes Al Inayah Desa Perintis ( unit 1) Kecamatan Rimbo Bujang.
Peristiwa pemukulan sendiri sempat tak diakui pihak Ponpes, namun belakangan setelah didatangi personel Polsek Rimbo Bujang, oknum satpam Ponpes baru mengakui soal pemukulan terhadap Raki.
Meski geram dan merasa tak terima, namun orang tua Raki yang meski sempat berencana melakukan Pelaporan Polisi ke Polsek Rimbo Bujang, mengurungkan niatnya menempuh jalur hukum.
Orangtua santri, ZH, akhirnya memilih menerima mediasi yang terus di upayakan oleh pihak Ponpes yang terus menghubunginya melalui sambungan WA, dengan pertimbangan kelanjutan pendidikan anaknya, Raki Abdul Basit yang sudah duduk di kelas IX dan sebentar lagi menghadapi ujian.
Selasa malam, 2 Desember 2025, setelah mencari pertimbangan dan masukan dari banyak pihak, ZH memutuskan untuk membuka diri terhadap mediasi yang diupayakan pihak Ponpes terhadap penganiayaan yang dialami putranya.

“Kami pertimbangkan Raki yang sudah kelas 3 SMP dan sebentar lagi menghadapi ujian, kami akan tempuh mediasi dengan pihak Ponpes”, ujar ZH.
“Pihak Ponpes ada menghubungi kami melalui Wa, ingin datang kerumah dan meminta mediasi secara kekeluargaan, biarlah kami terima itikad baik itu dan akan kita lihat seperti apa hasil mediasinya”, ujar ZH menambahkan.
Upaya mediasi sendiri di benarkan oleh Syauqi, Kontraktor Tebo asal Rimbo Bujang , “Saya hanya membantu pihak Ponpes, kami tetap ingin dan upayakan mediasi dengan keluarga/ orangtua Santri”, ujar Syauqi.
Kapan pihak Ponpes akan datang silaturahmi dan mediasi ke pihak keluarga santri sendiri belum diketahui.
Persoalan ini mendapat perhatian masyarakat mengingat Ponpes Al Inayah merupakan Ponpes ternama di Kabupaten Tebo milik Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Partai Demokrat dan memiliki jumlah santri yang cukup banyak.(Tim)







