Jalan 21 – Pal 12 Makin Rusak, Angkutan Langgar Kelas Jalan Bebas Melintas, DISHUB TEBO Tutup Mata.

- Redaksi

Selasa, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TEBO – Kondisi jalan Kabupaten Tebo yang banyak mengalami kerusakan parah sudah sering disuarakan masyarakat pengguna jalan, baik digrup grup wa maupun di medsos.

 

Banyak ruas jalan yang rusak oleh warga yang jalan di wilayahnya hancur ataupun dari para pengguna jalan saat berkendara dijalanan yang rusak ramai di unggah di medsos.

Banyak ruas jalan 21 – pal 12 rusak dan hancur

Bahkan banyak yang diparodikan dalam bentuk vidio Ai tentang keluhan masyarakat atas kerusakan jalan sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah Kabupaten Tebo.

 

Sebagian masyarakat memahami mungkin ini sebagai dampak efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat yang berdampak langsung pada pembangunan infrastruktur di daerah.

 

Namun yang membuat masyarakat Tebo miris, Ditengah belum mampunya Pemkab Tebo menjawab aspirasi masyarakat dengan memperbaiki infrastruktur jalan yang di keluhkan, Penggunaan jalan yang ugal ugalan justru dibiarkan dan diumbar terjadi.

 

Ruas Jalan 21 (Rimbo Bujang) – Pal 12 (Tebo) adalah Jalan penghubung  antara banyak Kecamatan ke Tebo sebagai pusat Kantor Pemkab yang kian memprihatinkan.

Setelah ada aktifitas bongkar muat kayu karet di jalan 21, armada tronton beroda 10 dengan tonase hingga 30 ton semakin banyak dan bebas melintas siang dan malam .

Saat dikonfirmasi di lokasi , Imam, mandor lapangan mengatakan, “Kami menggunakan mobil engkel dan truk puso, tergantung kebutuhan. Kadang sampai 30 ton muatannya. Semua sudah ada izinnya kok,” ujarnya singkat.

 

Terpampang di simpang jalan 21 Rambu Peringatan betuliskan Kelas IIIC, Kelas jalan 3C adalah jalan lokal atau jalan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan persyaratan ukuran tertentu (lebar tidak lebih dari 2.100 mm, panjang tidak lebih dari 9.000 mm) dan muatan sumbu terberat 8 ton, serta digunakan untuk kendaraan kecil dan tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermuatan berat atau tronton.

Rambu Kelas IIIC di simpang jalan 21

Di simpang Pal 12 Tebo pun pernah di Pampang Baleho Peringatan bertuliskan “Over Dimension Over Load (ODOL),MUATAN BERLEBIH , Melanggar pasal 307 UU Nomor 22 Tahun 2009”

Baliho Peringatan ODOL disertai UU yang dilanggar di Pal 12 Tebo

Pihak Dishub Tebo melalui Kabid Lalin, Mahizar saat ditanya tentang pelanggaran kelas jalan dan armada armada bertonase 20-30 ton tersebut mendapat izin melintas,”Langsung ke Kadis Bae la..”jawabnya singkat.

 

Ketua Organda Tebo, Bujang Endita saat ditanyakan soal angkutan tersebut , menjawab,” laporkan saja ke Dinas Perhubungan, menyalahi aturan itu, makin hancur jalan kita dibuatnya”, ujarnya.

 

Dinas Perhubungan (Dishub) Tebo, sebagai lembaga pemerintah daerah yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang perhubungan yang meliputi perumusan, pelaksanaan, serta evaluasi kebijakan dan teknis terkait lalu lintas, angkutan jalan, transportasi sungai dan danau, serta perkeretaapian dan pelayaran mestinya melaksanakan tugasnya.

 

Setidaknya jika belum mampu membangun dan memperbaiki kembali, setidaknya Pemkab Tebo melalui Dishub menjaga dan memelihara jalan yang ada agar kondisinya tidak semakin rusak dan hancur.

Atau memang ada yang memberi izin bebas melintas dengan mengangkangi Undang Undang?. *(soer).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Warga Tebo Ilir Menjerit: PETI Alat Berat di Sungai Bengkal Barat Diduga Kebal Hukum dan Di Bekengi Aparat
LCKI-JAMBI Desak APH Audit Koperasi Komasko:Diduga Fiktif dan Telantarkan Kewajiban Pajak di Lahan HKM Balai Rajo
Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI)Jambi Soroti Pengalihan Sungai Oleh Oknum Warga Unit 12 Kec Rimbo Ulu, Tebo-Jambi
Miriis.. Pekerja Ponton Penyebrangan di Kec.VII.Koto Ilir Di Gaji di Bawah UMK dan Tanpa Jaminan Keselamatan
Aktifitas Pembakaran Emas Hasil Dompeng di Simpang Sungai Aro Merajalela, Warga Desak Kapolres Tebo Turun Tangan
Wajah Baru Desa Tabun Pemasangan Neon Box Ikonik Jadi Simbol Kemajuan Desa
Masyarakat Desa Kampung Jawa Desa Pemayongan Keluhkan Pungutan Pemasangan kWh Meter “Harganya Tak Masuk Akal”
Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Jambi,Kecam Dugaan Pemotongan Beasiswa KIP di Institut Agama Islam(IAI)Tebo

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:50 WIB

LCKI-JAMBI Desak APH Audit Koperasi Komasko:Diduga Fiktif dan Telantarkan Kewajiban Pajak di Lahan HKM Balai Rajo

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:42 WIB

Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI)Jambi Soroti Pengalihan Sungai Oleh Oknum Warga Unit 12 Kec Rimbo Ulu, Tebo-Jambi

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:49 WIB

Miriis.. Pekerja Ponton Penyebrangan di Kec.VII.Koto Ilir Di Gaji di Bawah UMK dan Tanpa Jaminan Keselamatan

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:19 WIB

Aktifitas Pembakaran Emas Hasil Dompeng di Simpang Sungai Aro Merajalela, Warga Desak Kapolres Tebo Turun Tangan

Senin, 5 Januari 2026 - 04:34 WIB

Wajah Baru Desa Tabun Pemasangan Neon Box Ikonik Jadi Simbol Kemajuan Desa

Berita Terbaru