TEBO, JAMBI – Jurnalisbuana.com
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kabupaten Tebo, khususnya di Kecamatan VII Koto dan VII Koto Ilir, kini mencapai titik yang sangat memprihatinkan. Kondisi ini tidak hanya melumpuhkan mobilitas warga, tetapi juga mencekik ekonomi masyarakat akibat harga di tingkat pengecer yang melonjak drastis.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga BBM di wilayah tersebut telah menyentuh angka yang tidak masuk akal. Pertamax dibanderol hingga Rp20.000 per liter, sementara Pertalite menembus Rp18.000 per liter. Lonjakan harga ini jauh melampaui harga penetapan pemerintah, namun warga tidak memiliki pilihan lain demi tetap bisa beraktivitas.
Fenomena ” Antrean Galon ” di Aur Cino.
Kondisi paling miris terlihat di Pertashop yang berlokasi di Desa Aur Cino, Kecamatan VII Koto. Alih-alih melayani kendaraan yang melintas, pemandangan di lokasi justru didominasi oleh deretan galon dan jeriken kosong yang mengantre panjang.
“Sangat memprihatinkan. Galon-galon lebih duluan antre daripada kendaraan roda dua maupun roda empat. Kami pengguna kendaraan pribadi jadi sulit mendapatkan hak kami karena kalah cepat dengan antrean galon tersebut,” ujar salah satu warga setempat dengan nada kecewa.
Desakan Kepada Aparat Penegak Hukum (APH).
Kelangkaan yang berlarut-larut ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik penimbunan atau distribusi yang tidak tepat sasaran. Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.
Warga berharap ada tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi, terutama di titik-titik distribusi resmi seperti Pertashop.
“Kami minta APH segera bertindak. Jangan biarkan masyarakat terus menderita karena permainan harga dan distribusi BBM yang tidak tertib di VII Koto ini,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah dan kepolisian untuk menormalkan kembali pasokan dan harga BBM di wilayah Kabupaten Tebo.(EK)






