TEBO – Jurnalisbuana.com
Kamis, 5 Maret 2026, Pondok Pesantren Al Inayah kembali tuai sorotan soal pengawasan dan pembinaan santri yang menimba ilmu agama dan sekolah umum di lingkungan Pesantren yang berlokasi di Desa Perintis Jaya Kecamatan Rimbo Bujang.

Hal itu setelah mencuat kembali peristiwa kekerasan yang menimpa santri , yang lagi lagi menimpa santri anak anggota TNI , yang kali ini mengalami penganiayaan karena dikeroyok teman temannya sesama santri dari kakak seniornya.
Berdasar keterangan keluarga santri korban, Pengeroyokan terjadi di lingkungan Pesantren sekitar pukul 02.00 Rabu dinihari (4/3/2026) , dan baru dilaporkan pihak Ponpes pukul 14.00 keesokan harinya kepada orangtua santri.
Saat akan dibawa pulang, kondisi MRF berjalan dengan agak terbungkuk menahan sakit, dan sesampainya di rumah mengalami muntah muntah sehingga orangtuanya berinisiatif membawanya ke rumah sakit Jabal Rahmah karena khawatir dengan kondisi putranya.
Dari pengakuan Santri, yang bernama MRF (15), santri kelas 2, dirinya dikeroyok oleh 3 orang kakak seniornya siswa kelas 3, yang dipicu oleh permasalahan Handphone , yang seharusnya menjadi barang terlarang untuk anak santri saat berada di lingkungan Pesantren.
MRF mengatakan dengan terbata bata sambil berbaring diranjang RS, jika dirinya mengalami hantaman dan tendangan dibagian tubuh atas dan saat dirinya terjatuh lalu diinjak dibagian perut.
Paman korban, Soni (45) menyesalkan kejadian yang menerima keponakannya, “sangat disayangkan kekerasan terjadi di ponpes, apalagi ini kejadian yang berulang, apakah tidak ada pengawasan dari pihak ponpes terhadap anak yang dipercayakan dan dititipkan untuk belajar di ponpes?”, ujar sang Paman mempertanyakan sekaligus geram atas peristiwa yang dialami sang keponakan.
Hal senada diucaopkan Datuk santri korban, A. Nami, mantan anggota DPRD Tebo Partai Gerindra yang turut menjenguk sang cucu di Rumah Sakit, ” Nampaknya pihak ponpes sudah kewalahan dan mungkin tak sanggup lagi mengawasi santri, sehingga peristiwa kekerasan kembali terjadi di ponpes, apalagi sering dijumpai santri Al Inayah berkeliaran dimalam hari disekitaran unit 1 diluar Ponpes”, ujar Nami yang juga tinggal di Desa Perintis Jaya.
Pihak keluarga berharap pihak Ponpes bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa anaknya dan berharap lebih meningkatkan pengawasan terhadap para santri agar peristiwa serupa tak terus berulang menimpa santri lain.
MRF kini menjalani perawatan di RS Jabal Rahmah lantai 2 Ruang Zam Zam 12 dengan kondisi masih menahan sakit sering meringis kesakitan dan merasa sesak sesekali terbatuk dan belum bisa mengkonsumsi makanan berat dan di infus.
Sudah sejak malam kamis hingga malam Jumat (5-6/3/2026) masuk di rawat di RS Jabal Rahmah, menurut pihak keluarga, Pihak Ponpes Al Inayah belum ada yang datang menjenguk. (soer)






