TEBO – Jurnalisbuana.com Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, mulai meresahkan masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Investigasi Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Jambi, Edi Kurniawan, meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan pihak berwenang segera turun tangan melakukan pengawasan dan penindakan.
Berdasarkan investigasi di lapangan, kelangkaan ini telah memicu lonjakan harga yang drastis di tingkat pengecer. Harga BBM jenis Pertalite dilaporkan menembus angka Rp15.000 per liter, sementara Pertamax mencapai Rp20.000 per liter. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan beban ekonomi masyarakat kecil yang bergantung pada mobilitas kendaraan.
> “Kami meminta pihak berwenang, khususnya kepolisian dan dinas terkait, untuk segera mengusut penyebab kelangkaan ini. Apakah ada kendala distribusi atau justru ada praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegas Edi Kurniawan.
>
Edi menambahkan bahwa disparitas harga yang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia mendesak adanya sidak rutin ke SPBU dan pengawasan ketat terhadap jalur distribusi BBM di wilayah Kabupaten Tebo guna memastikan ketersediaan pasokan kembali normal.Masyarakat berharap pemerintah daerah dan APH dapat segera memberikan solusi nyata, mengingat BBM merupakan kebutuhan pokok dalam mendukung aktivitas ekonomi harian warga.(Tim)






