Masyarakat Desa Kampung Jawa Desa Pemayongan Keluhkan Pungutan Pemasangan kWh Meter “Harganya Tak Masuk Akal”

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TEBO, JAMBI – Jurnalisbuana.com,Warga Desa Kampung Jawa, koridor Desa Pemayongan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, saat ini tengah diresahkan oleh tingginya biaya pemasangan sambungan listrik baru (kWh meter). Pasalnya, panitia pelaksana diduga mematok tarif yang jauh melampaui harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan laporan warga, oknum panitia berinisial Sdr. RTN menetapkan tarif sebesar Rp3,5 juta untuk setiap pemasangan kWh meter dengan daya 1.300 VA per rumah. Angka ini dinilai sangat memberatkan dan tidak masuk akal bagi masyarakat desa.

Keluhan Warga: Beban Ekonomi di Tengah Harapan Terang
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa kehadiran listrik seharusnya menjadi kabar gembira, namun justru berubah menjadi beban karena biaya yang selangit.

“Kami sangat keberatan. Uang 3,5 juta itu sangat besar bagi kami di desa. Kalau merujuk pada aturan resmi PLN, harganya tidak sampai segitu. Kami merasa ini ada permainan dari pihak panitia,” ujarnya.

Perbandingan Harga Resmi vs Lapangan
Sebagai perbandingan, jika merujuk pada regulasi resmi PT PLN (Persero), Biaya Penyambungan (BP) untuk daya 1.300 VA biasanya berkisar di angka Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta (tergantung wilayah dan administrasi). Adanya selisih lebih dari 100% di Desa Kampung Jawa ini menimbulkan dugaan adanya praktik pungutan liar atau mark-up yang dilakukan oleh oknum panitia.

Desakan Transparansi
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pihak terkait, mulai dari Pemerintah Desa Pemayongan, Camat Sumay, hingga pihak PLN UP3 Jambi untuk segera turun tangan melakukan kroscek di lapangan.

Warga meminta adanya transparansi rincian biaya:

* Biaya Penyambungan (BP) resmi ke PLN.

* Biaya Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Biaya Instalasi Kabel Dalam Rumah.
Jika pihak panitia (Sdr. RTN) tidak mampu memberikan penjelasan yang transparan dan menurunkan biaya sesuai standar yang wajar, warga mengancam akan membawa masalah ini ke jalur hukum dan melaporkannya kepada Satgas Saber Pungli Kabupaten Tebo.(EK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Warga Tebo Ilir Menjerit: PETI Alat Berat di Sungai Bengkal Barat Diduga Kebal Hukum dan Di Bekengi Aparat
LCKI-JAMBI Desak APH Audit Koperasi Komasko:Diduga Fiktif dan Telantarkan Kewajiban Pajak di Lahan HKM Balai Rajo
Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI)Jambi Soroti Pengalihan Sungai Oleh Oknum Warga Unit 12 Kec Rimbo Ulu, Tebo-Jambi
Miriis.. Pekerja Ponton Penyebrangan di Kec.VII.Koto Ilir Di Gaji di Bawah UMK dan Tanpa Jaminan Keselamatan
Aktifitas Pembakaran Emas Hasil Dompeng di Simpang Sungai Aro Merajalela, Warga Desak Kapolres Tebo Turun Tangan
Wajah Baru Desa Tabun Pemasangan Neon Box Ikonik Jadi Simbol Kemajuan Desa
Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Jambi,Kecam Dugaan Pemotongan Beasiswa KIP di Institut Agama Islam(IAI)Tebo
Tumpukan Sampah Menggunung di Pasar Sungai Bengkal,Diduga Akibat Honor Petugas Belum Dibayar

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:50 WIB

LCKI-JAMBI Desak APH Audit Koperasi Komasko:Diduga Fiktif dan Telantarkan Kewajiban Pajak di Lahan HKM Balai Rajo

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:42 WIB

Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI)Jambi Soroti Pengalihan Sungai Oleh Oknum Warga Unit 12 Kec Rimbo Ulu, Tebo-Jambi

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:49 WIB

Miriis.. Pekerja Ponton Penyebrangan di Kec.VII.Koto Ilir Di Gaji di Bawah UMK dan Tanpa Jaminan Keselamatan

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:19 WIB

Aktifitas Pembakaran Emas Hasil Dompeng di Simpang Sungai Aro Merajalela, Warga Desak Kapolres Tebo Turun Tangan

Senin, 5 Januari 2026 - 04:34 WIB

Wajah Baru Desa Tabun Pemasangan Neon Box Ikonik Jadi Simbol Kemajuan Desa

Berita Terbaru