TEBO- Jurnalisbuana.com
Kekerasan yang terjadi di lingkungan Ponpes Al Inayah 3 di Desa Perintis Jaya Kecamatan Rimbo Bujang yang dialami seorang Santrinya akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh 3 orang Santri seniornya hingga dilarikan ke RS mendapat sorotan dari Kementerian Keagamaan Kabupaten Tebo.

Hal ini disampaikan oleh Kasi PAPKIS Kankemenag Tebo saat dimintai tanggapan Kemenag Tebo soal kekerasan di Ponpes Al Inayah yang kembali viral di Rimbo Bujang yang kembali menimpa santri yang merupakan anak TNI yang berdinas di Korem Garuda Putih.
Sebelumnya juga pernah terjadi, Santri anak TNI dari Kodim Sijunjung juga mengalami kekerasan serupa yang dilakukan oleh pihak sekurity Ponpes hingga si anak kabur dari pondok akibat takut dan trauma.
Peristiwa kekerasan yang berulang terjadi di lingkungan Pesantren yang menimpa anak anggota TNI membuat masyarakat khususnya wali murid merasa cemas terhadap keadaan di lingkungan Pesantren.
Beragam tanggapan miring di lontarkan masyarakat dikomentar media yang menyoroti kekerasan di Ponpes Al Inayah,”Kalau anak seorang aparat TNI saja mengalami kekerasan, bagaimana anak warga biasa”, ujar netizen.
Belum lagi banyak komentar di medsos tentang banyaknya peristiwa kekerasan yang dialami anak anak mereka saat berada di Ponpes Al Inayah namun tidak terungkap ke media dan di publish ke tengah masyarakat.
Menurut Kasi PAPKIS Kankemenag (Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Keagamaan Islam Kantor Kementerian Agama) Tebo, H.Lukman, mereka selama ini sudah memberikan pembinaan terhadap Pesantren.
“Kita sudah lakukan pembinaan, atas kejadian kekerasan di Ponpes Al Inayah kami akan panggil pimpinan Ponpes untuk klarifikasi, kami berharap Pondok Pesantren menjadi Lingkungan Ramah Anak Ramah Santri sebagai tempat pendidikan keagamaan yang jauh dari kekerasan”, ujar H.Lukman
Hal serupa juga disampaikan oleh Kakan Kemenag Tebo H. Julan, ” Kami akan panggil Pimpinan Ponpes Al Inayah untuk menghadap dan memberikan klarifikasi “, ujarnya.
Kasi PAPKIS Kemenag Tebo adalah Pejabat yang bertanggung jawab atas pembinaan, pelayanan teknis, dan pengelolaan data terkait pendidikan agama Islam di sekolah umum serta lembaga keagamaan Islam (pesantren, madrasah diniyah).
Tugas dan Fungsi Utama Kasi PAPKIS Kemenag Tebo:
Pembinaan Pendidikan Agama: Melakukan pembinaan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum, serta pengelolaan pendidikan keagamaan seperti Pesantren, Diniyah Takmiliyah, dan Al-Qur’an.
Penerbitan Izin/Statistik: Mengelola data dan menerbitkan piagam statistik untuk lembaga pendidikan keagamaan (misal: Pesantren).
Pengembangan Kompetensi: Menyelenggarakan kegiatan seperti pemetaan kompetensi guru PAI untuk pelatihan berkelanjutan (PPKB).
Koordinasi Keagamaan: Menjalin sinergi dengan organisasi keagamaan (seperti RMI NU) dan pengawas PAI untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Contoh perannya terlihat pada kegiatan seperti penyerahan piagam statistik pesantren atau menghadiri rapat rutin pengurus pesantren di wilayah Tebo. (soer)






